Tajuk1.id, Pendidikan – Sumitro Antu resmi terpilih sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM-FISIP), membawa obor baru semangat pembaruan di lingkungan Universitas Ichsan Gorontalo.
Dalam sebuah musyawarah penuh harapan di Aula FISIP, Sumitro menyampaikan pidato yang lebih menyerupai janji moral ketimbang sekadar sambutan administratif. Jumat (25/04)
Ia berbicara tentang BEM bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai ruang hidup bagi nalar kritis, dialektika perubahan, dan harapan mahasiswa.
“BEM harus menjadi akumulator energi-energi muda. Bukan sekadar pengelola acara, tetapi pengelola kesadaran,” kata Sumitro, seraya menegaskan bahwa gerak organisasi ke depan harus berorientasi pada nilai keberpihakan terhadap rakyat.
Penguatan literasi politik mahasiswa, dan pembentukan karakter kepemimpinan yang berakar pada realitas sosial juga menjadi bumbu dalam sambutannya.
Sumitro, yang dikenal sebagai sosok yang tenang namun tajam dalam berpikir, menegaskan arah gerak BEM-FISIP ke depan.
Ia ingin membawa organisasi mahasiswa ini keluar dari kungkungan rutinitas seremonial menjadi organisasi yang aktif dalam produksi wacana, menggerakkan aksi, serta menjadi katalis perubahan sosial, baik di dalam maupun di luar kampus.
“Arah kita adalah pembebasan. Dari apatisme, dari pragmatisme, dari politik kepentingan jangka pendek,” lanjutnya.
Sumitro seolah menyambut moment ini menjadi simbol lahirnya generasi baru di Universitas Ichsan Gorontalo, generasi yang tak sekadar ingin menjadi saksi perubahan, tapi bertekad menjadi bagian dari perubahan itu sendiri.
“Pada tangan-tangan muda inilah, cita-cita keadaban baru digantungkan”, pungkasnya.












