TAJUK1.ID, Gorontalo – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gorontalo kembali melanjutkan program KPU Goes to Kampus dengan menyelenggarakan sosialisasi pendidikan pemilih di Universitas Ichsan Gorontalo, Selasa (09/12/2025).
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara KPU dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial.
Kegiatan berlangsung di lingkungan kampus dengan melibatkan puluhan mahasiswa sebagai peserta. Mereka berasal dari berbagai angkatan dan secara aktif mengikuti jalannya sosialisasi.
Program ini merupakan bagian dari upaya KPU untuk memperluas pemahaman kepemiluan di kalangan muda, khususnya pemilih pemula yang selama ini dianggap strategis dalam peningkatan kualitas demokrasi.
Fajrin Buhang, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Hubungan Masyarakat (Sosdiklih dan Perhubmas) KPU Kota Gorontalo, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa KPU Goes to Kampus telah dilaksanakan di beberapa perguruan tinggi dan sekolah menengah atas sederajat di Kota Gorontalo.
Ia menegaskan bahwa agenda ini merupakan program resmi KPU yang terus digalakkan.
“Sosialisasi pendidikan pemilih bertujuan menyasar para pemilih pemula. Walaupun diselenggarakan pasca pemilu, KPU berpandangan kegiatan semacam ini sangat penting agar dapat memahamkan para pemilih pemula perihal kepemiluan,” ujar Fajrin.
Menurutnya, meski pemilu telah usai, edukasi kepemiluan tetap relevan karena setiap tahun selalu ada generasi baru yang memasuki usia memilih.
KPU ingin memastikan bahwa pemilih pemula memahami hak dan kewajiban mereka sebelum memasuki momentum pemilihan berikutnya.
Fajrin menekankan bahwa sosialisasi tidak semata memberi pengetahuan dasar tentang pemilu, tetapi juga mendorong pemilih pemula agar dapat berpartisipasi secara sadar, aktif, dan bertanggung jawab dalam proses demokrasi.
“Edukasi kepemiluan tidak mengenal waktu. Semakin dini pemilih mendapatkan pemahaman, semakin baik kualitas partisipasi mereka pada pemilu mendatang,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Marten Nusi, S.Ip., M.AP., yang menjadi salah satu pemateri pada kegiatan tersebut, memberikan pandangan bahwa program ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Ia mengapresiasi langkah KPU yang secara konsisten hadir di ruang-ruang akademik.
“Apa yang dilakukan oleh KPU sangat baik, kegiatan semacam ini akan menjadi preferensi bagi mahasiswa. Kegiatan ini bukan sekadar memberikan informasi tentang bagaimana pemilu dan sistem kepemiluan di Indonesia, tetapi juga memberikan warna yang berbeda tentang kesadaran kompleks tentang pemilu sebagai pemilih pemula,” kata Marten.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis dalam pembangunan demokrasi. Sebagai agen perubahan, mahasiswa dapat turut menyebarluaskan informasi kepemiluan kepada masyarakat luas. Peran tersebut dinilai penting untuk menciptakan budaya politik yang cerdas dan bertanggung jawab.
“Mahasiswa bisa menjadi perpanjangan tangan KPU untuk menyampaikan kepada masyarakat tentang bagaimana kesadaran memilih para calon legislatif maupun eksekutif di Indonesia dan Gorontalo,” jelasnya.
Lebih lanjut, Marten menyebut bahwa meski sosialisasi ini dilaksanakan setelah pemilu, hal tersebut tidak mengurangi urgensi kegiatan serupa.
Menurutnya, pemahaman terkait pemilu harus terus diperbarui dan ditanamkan agar generasi pemilih pemula memiliki kesadaran politik yang matang.
“Meskipun kegiatan ini diselenggarakan pasca pemilu, tidak menjadi persoalan karena sosialisasi tentang sadar memilih harus dan bisa dilakukan setiap saat mengingat selalu ada pemilih pemula setiap tahunnya. Sehingga saat pemilu tiba, terutama pemilih pemula telah mengetahui apa yang menjadi haknya dan memahami secara teknis bagaimana penyelenggaraan pemilu,” ujar Marten.
Ia juga berharap pihak kampus terus memberikan ruang bagi penyelenggaraan kegiatan-kegiatan edukatif seperti ini.
Dukungan akademik dinilai sangat penting dalam menghadirkan mahasiswa yang melek demokrasi dan siap berpartisipasi dalam proses elektoral.
Kegiatan KPU Goes to Kampus di Universitas Ichsan Gorontalo diakhiri dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Para mahasiswa terlihat antusias menggali informasi tentang penyelenggaraan pemilu, peran KPPS, hingga urgensi partisipasi aktif dalam memilih.
Suasana diskusi semakin dinamis ketika mahasiswa menyoroti isu partisipasi politik kelompok muda di lingkungan kampus.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, KPU berharap pemilih pemula di kota Gorontalo dapat lebih memahami prinsip dan praktik demokrasi serta berperan aktif dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas pada pemilihan umum berikutnya.












