TAJUK1.ID, Bone Bolango – Gelaran Operasi Zebra Otanaha 2025 kembali menjadi sorotan setelah Satuan Lalu Lintas Polres Bone Bolango turun melakukan penertiban di koridor utama depan Polsek Kabila, Kamis (27/11/2025).
Aksi terpadu yang turut melibatkan Subdenpom XIII/1-3 Gorontalo ini menjadi bentuk kolaborasi antarlembaga untuk memperkuat penegakan aturan berkendara di wilayah hukum Bone Bolango.
Dalam hasil pemantauan, petugas mendapati berbagai kendaraan roda dua dan roda tiga yang beroperasi tanpa dokumen resmi seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Surat Izin Mengemudi (SIM), serta pengabaian pada aspek keselamatan dasar.
Situasi tersebut menunjukkan masih besarnya tantangan terkait disiplin berlalu lintas di tengah masyarakat, sehingga pengawasan lapangan perlu dilakukan secara konsisten.
Kasat Lantas Polres Bone Bolango, IPTU Reza Reyzaldy, menjelaskan bahwa kegiatan penertiban hari itu mencatat 39 surat tilang serta 315 teguran administratif.
Ia menekankan bahwa sebagian besar pelanggaran masih didominasi pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm dan gagal menunjukkan kelengkapan kendaraannya.
“Untuk hari ini ada lima pelanggar yang langsung disidang di tempat karena tidak dapat menunjukkan SIM. Jika pada operasi sebelumnya mayoritas pelanggaran adalah tidak menggunakan helm, maka hari ini fokusnya bergeser pada kelengkapan dokumen pengendara,” ujar IPTU Reza.

Kasat Lantas menambahkan bahwa kepatuhan berkendara sejatinya merupakan bagian dari upaya kolektif seluruh pengguna jalan dalam menciptakan perjalanan yang aman dan bebas risiko.
“Tetap mematuhi aturan lalu lintas, karena keselamatan di jalan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk semua orang,” tegasnya.
Lebih lanjut, IPTU Reza menyampaikan bahwa meski Operasi Zebra Otanaha 2025 akan ditutup pada 30 November 2025, kepatuhan masyarakat tidak semestinya hanya muncul saat ada operasi rutin dari kepolisian.
“Walaupun operasi zebra berakhir, aturan tetap harus dipatuhi. Kesadaran itu bukan karena ada polisi, tetapi karena tanggung jawab pribadi sebagai pengguna jalan,” tambahnya.
Terkait isu balap liar, pihak kepolisian menegaskan bahwa hingga kini belum ditemukan indikasi adanya aktivitas tersebut di wilayah Bone Bolango.
Meski demikian, inspeksi di sejumlah lokasi rawan tetap dilakukan agar potensi gangguan keamanan jalan dapat diminimalkan.
Di sisi lain, IPTU Reza menyampaikan perkembangan positif mengenai perilaku pengguna jalan yang dinilai mulai menunjukkan perubahan menuju kepatuhan.
“Untuk kepatuhan berlalu lintas, ada kecenderungan peningkatan. Dari hari ke hari kami amati masyarakat semakin sadar. Kami juga terus berupaya memberikan himbauan dan teguran edukatif sebagai langkah meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum masyarakat,” jelasnya.
Melalui operasi yang digelar secara terpadu ini, Polres Bone Bolango berharap pembiasaan tertib berlalu lintas dapat tumbuh menjadi budaya bersama, sehingga keselamatan seluruh pengguna jalan dapat terjaga dan terbangun dengan karakter disiplin yang lebih kuat.












