Tajuk1.id, Taliabu Mluku Utara – Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu tengah menjadi sorotan akibat belum melunasi kewajiban pembayaran sebesar Rp 3,4 miliar.
Dana itu semestinya digunakan untuk membiayai pendidikan 12 mahasiswa asal Taliabu yang tengah menempuh kuliah kedokteran di Universitas Khairun (Unkhair) Ternate.
Temuan ini muncul dari hasil uji petik dokumen LKPJ Bupati Pulau Taliabu Tahun Anggaran 2024, yang dibacakan dalam rapat paripurna DPRD.
Anggota Fraksi GK2RD, Suratman Baharudin, menyebutkan bahwa dana tersebut termasuk dalam pos hibah di bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Taliabu.
“Jadi rekomendasinya untuk sementara menghentikan penerimaan mahasiswa baru untuk dibiayai daerah, sampai menyelesaikan 12 orang yang kuliah ini. Ini utang daerah di Unkhair Ternate,” ujar Suratman usai rapat paripurna akhir fraksi, Jumat (17/5/2025).
Menurutnya, dari total 12 mahasiswa yang menerima beasiswa, empat di antaranya akan segera menyelesaikan studi. Ini menandakan bahwa dalam waktu dekat, Pulau Taliabu akan memiliki tambahan tenaga medis.
Meski begitu, Suratman menegaskan bahwa Pemkab dan Unkhair sudah menjalin kerja sama resmi. Artinya, anggaran Rp 3,4 miliar merupakan akumulasi pembiayaan penuh hingga 12 mahasiswa tersebut lulus.
“Jadi kontraknya sampai mahasiswa ini selesai, daerah harus menyiapkan anggaran Rp 3,4 miliar lagi, dengan catatan mahasiswa ini selesai sesuai target misalnya 8 semester,” tutupnya.












