Perstiwa

Jembatan Penghubung Pasar Tradisional Pulubala Ambruk, Akses Ekonomi Warga Terganggu

×

Jembatan Penghubung Pasar Tradisional Pulubala Ambruk, Akses Ekonomi Warga Terganggu

Sebarkan artikel ini
embatan penghubung menuju Pasar Tradisional Pulubala di Dusun Titileya, Desa Pulubala, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, ambruk
embatan penghubung menuju Pasar Tradisional Pulubala di Dusun Titileya, Desa Pulubala, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, ambruk

Tajuk1.id, Kabupaten Gorontalo — Jembatan penghubung menuju Pasar Tradisional Pulubala di Dusun Titileya, Desa Pulubala, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, ambruk setelah diterjang derasnya arus sungai akibat hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut, Senin (14/4).

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, runtuhnya jembatan tersebut berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Warga dari empat dusun kini harus menempuh jalur alternatif melalui Desa Molowahu, Kecamatan Tibawa, untuk mencapai jalan trans dan pasar setempat.

Kepala Desa Pulubala, Basrin Djafar, dalam sebuah siaran langsung melalui media sosial, menggambarkan kondisi jembatan yang nyaris tak bersisa. “Hancur total, awas jangan mendekat. Kalau sudah begini, ramai-ramai kita jalan kaki,” ujarnya sambil mengimbau warga untuk berhati-hati.

Basrin juga menyampaikan bahwa aparat keamanan telah berada di lokasi untuk memantau situasi. “Alhamdulillah, bapak Kapolsek bersama anggota sudah ada di sini,” tambahnya.

Diketahui, jembatan tersebut sudah mengalami kerusakan sejak tahun 2021. Namun hingga kini, belum ada langkah konkret dari pemerintah untuk melakukan perbaikan permanen. Selama ini, warga bersama pemerintah desa hanya mengandalkan perbaikan darurat secara swadaya.

Runtuhnya infrastruktur ini menjadi cerminan rapuhnya perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat pedesaan, terutama aksesibilitas yang menopang perputaran ekonomi harian. Di tengah derasnya arus pembangunan kota, jembatan yang menjadi urat nadi bagi kehidupan warga ini justru luput dari prioritas.

Kini, masyarakat berharap ada upaya cepat dan nyata dari pihak berwenang untuk membangun kembali jembatan tersebut, agar roda ekonomi dapat kembali berputar dan warga tidak terus-menerus berjibaku dengan keterbatasan akses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *