Tajuk1.id, – Di kaki pegunungan Pulubala yang tenang, semangat para istri prajurit kembali menyala. Di Markas Korem 133/Nani Wartabone, Desa Tridharma, gema syukur dan kebersamaan menjadi inti peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana, Selasa (29/04/2025).
Acara yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Brigjen TNI Hari Pahlawantoro, S.Sos., didampingi sang istri sekaligus Ketua Persit KCK Koorcab Rem 133 PD XIII/Merdeka, Rini Hari Pahlawantoro.
Barisan kehormatan pun lengkap, dari para kepala seksi hingga Dandim jajaran, seolah menegaskan: ini bukan sekadar perayaan, melainkan bentuk penghormatan.
Tahun ini, Persit membawa tema “Persit Sehat, Pendamping Prajurit Hebat, Demi Bangsa Yang Kuat.” Sebuah kalimat sederhana namun dalam, menggambarkan peran penting perempuan di balik ketangguhan seragam loreng.
Dalam pidatonya, Brigjen Hari memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap dedikasi Persit.
“Peran serta ibu-ibu Persit sangatlah besar dalam mendukung moril dan semangat juang para suami. Ketulusan, kesabaran, dan dukungan tanpa pamrih yang diberikan, menjadi energi positif bagi kami dalam menjalankan tugas negara,” ungkapnya dengan penuh ketulusan.
Ia juga mengajak agar Persit terus berkembang, bukan hanya dalam mendampingi suami, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial. Organisasi ini, katanya, harus menjadi tempat bertumbuh dan menginspirasi masyarakat sekitar.
Sementara itu, Rini Hari Pahlawantoro mengajak seluruh anggota agar tetap solid dan memperkuat nilai kekeluargaan.
“Momentum peringatan HUT ini hendaknya menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi keluarga, organisasi, dan masyarakat,” tuturnya penuh harap.
Kemeriahan terasa dalam setiap sudut acara. Ada pembacaan sejarah Persit, penyematan Lencana Setia Bakti, pemotongan tumpeng, hingga penampilan seni budaya dari masing-masing cabang.
Suasana haru dan keakraban membungkus seluruh rangkaian kegiatan.
Momentum ini bukan hanya menjadi perayaan usia, tapi juga cermin kesetiaan dan semangat untuk terus mengabdi.
Di balik barikade tentara yang gagah, ada perempuan-perempuan kuat yang menjaga semangat tetap menyala diam-diam, tapi nyata.












