TAJUK1.ID – Presiden BEM Universitas Gorontalo, Erlin Adam, menyatakan kesiapan dirinya maju sebagai calon Koordinator BEM Provinsi Gorontalo periode 2025–2026.
Pencalonan ini menandai komitmen dirinya untuk mendorong organisasi mahasiswa di seluruh Gorontalo menjadi aktor strategis dalam pengawasan publik, penguatan demokrasi lokal, serta pembelaan hak-hak masyarakat.
Dalam pernyataannya, Erlin menegaskan bahwa BEM harus kembali pada khitahnya sebagai lokomotif kontrol sosial.
Menurutnya, mahasiswa bukan sekadar pelengkap dinamika politik daerah, melainkan bagian penting dari struktur sosial yang mampu menghadirkan pembacaan kritis atas berbagai kebijakan publik.
Erlin memaparkan visinya untuk membangun BEM se-Gorontalo yang solid, sigap, dan terhubung secara kultural dengan denyut persoalan masyarakat.
Ia menyebut bahwa jaringan BEM lintas kampus perlu direvitalisasi agar tidak hanya menjadi ruang koordinasi formal, tetapi forum intelektual yang responsif terhadap isu-isu mendesak, mulai dari tata kelola pemerintahan daerah, lingkungan hidup, hingga problem kesejahteraan sosial.
“Gerakan mahasiswa harus tetap independen, tegas, dan tidak terjebak dalam tarik-menarik kepentingan politik,” tegasnya, Jumat 28/11/25
Ia menekankan bahwa independensi bukan hanya sikap moral, tetapi juga basis legitimasi BEM di mata publik.
Dengan gaya reflektif, Erli memposisikan gerakan mahasiswa sebagai entitas yang tak hanya mengadvokasi, tetapi juga memproduksi pengetahuan sosial baru.
Menurutnya, BEM harus menjadi ruang yang mampu membaca perubahan sosial dengan kacamata ilmiah, sekaligus bertindak cepat terhadap berbagai bentuk ketidakadilan.
“saya berkomitmen memperkuat kapasitas advokasi BEM di tingkat provinsi, mendorong kajian berbasis data, serta membangun dialog konstruktif dengan pemerintah, masyarakat sipil, dan lembaga kampus”, pungkasnya.
Pencalonan Erlin Adam ini disambut positif oleh sejumlah perwakilan BEM di daerah yang menilai gagasannya relevan di tengah tantangan demokrasi lokal. Pemilihan Koordinator BEM Provinsi Gorontalo dijadwalkan berlangsung dalam dua hari kedepan
Dengan visi tersebut, Erlin berharap BEM dapat kembali menjadi arus utama gerakan intelektual mahasiswa kritis, terorganisir, dan berpihak pada kepentingan publik.












