Tajuk1.id, Gorontalo – Kekhawatiran atas maraknya praktik penyelundupan batu hitam di wilayah Gorontalo kembali mencuat.
Kali ini, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Gorontalo mendesak aparat hukum untuk mengambil langkah nyata dan serius.
Mereka menilai pengawasan di Pelabuhan Anggrek dan Tanjung Priok masih lemah, sehingga membuka celah bagi aktivitas ilegal tersebut.
Kevin Lapendos, Koordinator Lapangan aliansi tersebut, menegaskan bahwa aktivitas ini telah menyebabkan kerugian besar, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga terhadap kelestarian lingkungan.
“Penyelundupan batu hitam ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merusak lingkungan dan sumber daya alam di Gorontalo, apalagi terbilang ini ilegal karena tidak memiliki izin. Oleh karena itu, kami mendesak Polda Gorontalo untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum di wilayah Gorontalo, serta berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk memutus jaringan penyelundupan batu hitam,” ujarnya.
Pihaknya juga memberikan ultimatum tegas. Jika aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah tidak menindaklanjuti tuntutan tersebut, aksi demonstrasi besar-besaran menjadi pilihan terakhir yang akan diambil.
“Jika tuntutan kami untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap penyelundupan batu hitam di wilayah Gorontalo tidak ditindaklanjuti oleh Polda Gorontalo dan pemerintah daerah, maka kami Aliansi Pemuda dan Mahasiswa peduli Gorontalo tidak akan ragu untuk melakukan aksi demonstrasi besar-besaran dengan massa yang banyak. Kami akan turun ke jalan untuk menuntut keadilan dan transparansi dalam penanganan kasus penyelundupan batu hitam ini.” tegas kevin.
Lebih lanjut, Kevin menyampaikan harapan agar pihak kepolisian di Gorontalo merespons aspirasi mereka dengan keseriusan dan keterbukaan.
“Saya Kevin Lapendos selaku Koordinator Lapangan berharap bahwa Polda Gorontalo dapat menerima aspirasi dan tuntutan mereka, serta menindaklanjuti kasus penyelundupan batu hitam dengan serius dan transparan,” tutup kevin.












