Oleh: Sahril Tialo Aktivis Muda Gorontalo
TAJUK1.ID – Pergantian Kepala Kejaksaan Negeri Boalemo harus menjadi momentum penting untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di daerah ini.
Salah satu hal yang paling mendesak adalah penuntasan kasus dugaan korupsi perjalanan dinas (Perdis) DPRD Boalemo kasus yang telah bertahun-tahun mengambang tanpa kejelasan hukum.
Sebagai aktivis muda Gorontalo, saya menegaskan bahwa ini bukan sekadar persoalan administratif, melainkan permasalahan serius yang menyangkut uang rakyat, integritas kelembagaan, serta marwah institusi penegak hukum.
Dugaan laporan fiktif dan potensi kerugian negara tidak bisa dianggap enteng. Kepala Kejaksaan Negeri Boalemo yang baru harus berani membuka kembali penyidikan secara transparan dan independen.
Rakyat sudah jenuh dengan prosedur hukum yang berlarut-larut dan tanpa hasil. Mereka menuntut keadilan yang nyata, bukan sekadar wacana atau janji kosong.
Jika Kejaksaan tak mampu bertindak cepat dan tegas, wajar bila publik menilai hukum hanya tajam ke bawah namun tumpul ke atas.
Oleh karena itu, saya menyatakan akan menggelar aksi dalam waktu dekat sebagai bentuk desakan moral agar Kejaksaan Negeri Boalemo tidak tinggal diam.
Aksi ini merupakan suara rakyat yang menolak pembiaran dan menuntut ketegasan terhadap para pelaku korupsi.
Kita tidak boleh membiarkan dugaan korupsi dibalas dengan pembungkaman. Kita tidak boleh membiarkan hukum menjadi alat kompromi.
Ini saatnya Boalemo memiliki aparat penegak hukum yang berpihak pada rakyat, bukan berlindung di balik kekuasaan.
Boalemo sedang menanti langkah konkret. Dan rakyat akan terus bersuara hingga keadilan benar-benar ditegakkan.












