TAJUK1.ID, Gorontalo – Ketua RT Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo membenarkan adanya insiden penyerangan terhadap Asrama Mahasiswa Papua asal Kabupaten Nduga pada Sabtu malam, 6 Desember 2025.
Penyerangan tersebut dilakukan oleh tiga pemuda yang disebut dalam kondisi mabuk saat memasuki area asrama. Hingga Senin, 8 Desember 2025, pihak kelurahan bersama Polsek Kota Tengah berupaya memediasi para pelaku dengan mahasiswa Papua.
Namun proses mediasi belum menghasilkan kesepakatan. Meski sebelumnya sempat mengelak dan memberikan keterangan berbelit-belit, para pelaku akhirnya mengakui perbuatannya di hadapan petugas dan perwakilan mahasiswa.
Pengakuan itu tidak serta-merta meredakan situasi, justru memantik emosi mahasiswa Papua yang merasa keamanan mereka telah diremehkan. Mediasi berlangsung dalam ketegangan panjang.
Suara meninggi, ekspresi yang menegang, dan jeda-jeda hening yang memotong perdebatan membuat ruang mediasi di Polsek Kota Tengah berubah menjadi arena tarik-ulur emosi.
Baca juga : Asrama Mahasiswa Papua Gorontalo Diserang Tiga Pemuda Diduga Mabuk.
Benturan pandangan antara pelaku dan mahasiswa Papua sempat terjadi sebelum akhirnya aparat kepolisian turun meredam situasi, memastikan proses tetap berlangsung tertib.
Warga sekitar yang turut menyaksikan proses mediasi menyayangkan tindakan para pelaku. Mereka menegaskan bahwa mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di Gorontalo seharusnya mendapatkan rasa aman, terlebih mereka berasal dari luar daerah untuk menuntut ilmu.
Ketua Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tinggi Papua Indonesia di Gorontalo, Diwenus Towolom, menyampaikan kekecewaannya kepada awak media.
Ia menegaskan bahwa pihaknya selama ini telah berupaya menjaga hubungan baik dengan masyarakat setempat. Selama ini kami telah berupaya hidup rukun, berperilaku baik dengan tetangga dan warga Gorontalo namun kami diperlakukan seperti musuh.
“Mana kala kehadiran mahasiswa Papua tidak diterima lagi oleh warga Gorontalo untuk mencari ilmu di sini, maka kami meminta agar pemerintah Gorontalo pulangkan kami ke tanah Papua dan kami akan bakar semua asrama Papua di Gorontalo sebagai ungkapan kekecewaan kami,” ujarnya.












