Provinsi Gorontalo

Adrianyah Hilimi: Polemik Logo Half Marathon Jangan Abaikan Substansi Manfaat Ekonomi Lokal

×

Adrianyah Hilimi: Polemik Logo Half Marathon Jangan Abaikan Substansi Manfaat Ekonomi Lokal

Sebarkan artikel ini

TAJUK1.ID, Gorontalo –Polemik mengenai kemiripan logo Half Marathon Gorontalo dengan simbol komunitas luar negeri Catalyst menjadi sorotan publik sejak logo tersebut resmi diluncurkan.

Namun, Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Ichsan Gorontalo, Adrianyah Hilimi, menilai perdebatan itu perlu diletakkan secara proporsional agar tidak mengaburkan nilai substansi dari kegiatan tersebut.

Sebagai aktivis yang konsen pada isu demokrasi dan sosial politik, Adrianyah menegaskan bahwa masyarakat seharusnya lebih fokus pada asas manfaat dari kegiatan Half Marathon itu sendiri, terutama dari segi kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, UMKM, hingga sektor pariwisata Gorontalo.

“Penting bagi publik untuk melihat kegiatan ini dari perspektif kebermanfaatan. Efek ekonominya bisa signifikan bagi pelaku usaha kecil dan promosi potensi daerah. Jangan sampai energi kita terkuras hanya karena polemik visual logo,” kata Adrianyah, Slasa (15/7/2025).

Menurutnya, kemiripan dalam proses desain logo seharusnya bisa dimaknai sebagai kekhilafan teknis, bukan persoalan substansi yang mendasar.

Ia mengapresiasi langkah cepat Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo yang telah memberikan klarifikasi terbuka dan menyatakan komitmen merevisi desain logo sebagai bentuk tanggung jawab.

“Langkah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga sudah cukup tepat. Klarifikasi resmi dan komitmen untuk revisi logo menunjukkan adanya etika tanggung jawab publik. Maka, seharusnya polemik ini tidak diperpanjang,” ujar Adrianyah.

Ia pun mengajak masyarakat Gorontalo untuk menjadikan kegiatan semacam ini sebagai ruang partisipasi kolektif, terutama dalam membangun semangat olahraga, integrasi sosial, serta mendukung geliat ekonomi lokal yang masih butuh banyak stimulus pasca pandemi.

“Jangan sampai kita terjebak dalam simbolisme semata dan melupakan bahwa di balik event ini ada harapan besar untuk tumbuhnya solidaritas, promosi daerah, dan perputaran ekonomi warga,” tutup Adrianyah.

Sebelumnya, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo telah menyampaikan klarifikasi tertulis atas kemiripan logo tersebut.

Dalam pernyataan itu, pihak dinas menyatakan akan segera melakukan revisi desain sebagai respons atas masukan dari publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *