Gorontalo,Tajuk1.id – Kolaborasi antara Sigit Buludawa, LSP Jana Dharma Indonesia, dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) berhasil menghadirkan pelatihan calon Chef Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Gorontalo dengan sukses dan penuh khidmat.
Kegiatan yang diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Gorontalo pada 08/11/25 ini menjadi momentum penting dalam membentuk soft skill sekaligus meningkatkan kompetensi juru masak agar mampu menyajikan menu bergizi, lezat, dan berdaya saing.
Sigit Buludawa, salah satu inisiator kegiatan, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kuliner.
“Selama ini banyak yang berpikir untuk meningkatkan kemampuan memasak harus ke Pulau Jawa atau keluar daerah. Tapi hari ini, Gorontalo membuktikan bisa berdiri sejajar, menyelenggarakan pelatihan masak dengan standar nasional,” ujar Sigit di sela-sela kegiatan.
Melalui kerja sama dengan Jana Dharma dan dukungan penuh dari BNSP, para peserta mendapatkan pembekalan teori hingga praktik dapur dengan standar industri.
“Tidak hanya soal rasa dan penyajian, pelatihan juga menekankan etika profesi, kebersihan, serta inovasi menu bergizi yang ramah lingkungan,” ucapnya.
Sigit menuturkan, pelatihan ini menjadi ruang baru bagi para juru masak di daerah untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
“Kami ingin memastikan bahwa kualitas kuliner Gorontalo tumbuh dari tangan-tangan terbaik di daerahnya sendiri,” jelasnya.
Pelatihan calon Chef MBG ini menjadi catatan penting dalam perjalanan pengembangan SDM Gorontalo, sekaligus bukti bahwa daerah ini mampu melahirkan juru masak profesional yang tidak kalah dari daerah lain di Indonesia.
Suasana penutupan kegiatan berlangsung hangat dan penuh haru. Para peserta menampilkan hasil kreasi mereka, menu bergizi khas Gorontalo yang disajikan dengan sentuhan modern.
Usai kegiatan, Sigit Buludawa menyajikan pesan dengan singkat namun penuh makna.
“Dari dapur kecil di Gorontalo, kita mulai perubahan besar untuk masa depan yang lebih bergizi dan berdaya.” imbuhnya
Pelatihan ini bukan sekadar ajang memasak, tetapi juga pernyataan bahwa Gorontalo mampu, bukan hanya dalam rasa, tetapi juga dalam kualitas dan semangat membangun negeri dari dapur.












