Tajuk1.id, Gorontalo – Dalam sebuah momentum yang sarat makna, Ekwan Ahmad S.H., M.H., resmi terpilih sebagai Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Ichsan Gorontalo untuk periode 2025–2029.
Pemilihan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan semangat kebersamaan itu menjadi penanda arah baru dalam kiprah organisasi alumni yang tak sekadar bernostalgia, namun juga bertekad membangun kembali jembatan intelektual untuk almamater tercinta.
Dalam pidato perdananya sebagai Ketua, Ekwan Ahmad menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh unsur alumni dan civitas akademika yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan moral, menyebut hal tersebut sebagai “amanah besar yang tak hanya menuntut kerja, tetapi juga cinta dan keikhlasan.” Sabtu (24/5)
Tak hanya itu, Ekwan juga mengucapkan rasa terima kasih kepada para calon yang tadinya terdapat beberapa orang namun memilih mundur dan mempercayakan dirinya untuk mengemban amanah sebagai ketua dalam proses pemilihan.
“Menjadi bagian dari sejarah bukan sekadar tentang dikenang, tetapi tentang bagaimana kita mengabdi. Dalam dunia yang terus berubah, kita dituntut untuk tetap berpijak pada nilai, namun berjalan mengikuti zaman. Itulah kompas kita sebagai alumni Fakultas Hukum Universitas Ichsan Gorontalo,” ujar Ekwan di hadapan para alumni yang hadir.
Ekwan menegaskan bahwa setiap perjuangan akan menemukan jalannya bila dilandasi oleh kesungguhan dan keikhlasan. Baginya, ikatan alumni bukan sekadar forum silaturahmi, melainkan rumah ide dan harapan yang harus terus hidup dan relevan di tengah tantangan zaman.
Sebagai seorang alumni yang menempuh perjalanan akademik hingga jenjang magister hukum, Ekwan menyadari bahwa transformasi sosial hari ini menuntut kontribusi lebih dari para sarjana hukum. Bukan hanya menjadi pengawal keadilan, tetapi juga menjadi juru tafsir moral dan pemikir kebijakan yang berpihak pada rakyat.
“Kita ini bukan sekadar lulusan. Kita adalah representasi nilai-nilai yang lahir dari ruang kuliah, dari perdebatan filsafat hukum, dari diskusi panjang tentang konstitusi, hingga dari deru langkah saat demonstrasi. Kini saatnya kita memberi makna lebih pada gelar itu,” lanjutnya.
Ekwan menekankan pentingnya penguatan jaringan antar-alumni, sinergi dengan kampus, serta kontribusi nyata pada masyarakat, terutama dalam advokasi hukum dan pendidikan kesadaran hukum di akar rumput. Ia juga membuka ruang kolaborasi lintas angkatan dan lintas profesi dalam bingkai besar: pengabdian untuk almamater dan masyarakat.
Sebagai nahkoda baru IKA Unisan, Ekwan menutup sambutannya dengan refleksi sosiologis: bahwa keberadaan organisasi alumni harus melampaui seremoni, menjadi bagian dari proses sosial yang hidup, lentur, dan adaptif.
Ekwan berjanji akan berkiprah lebih baik dari kepengurusan IKA alumni sebelumnya, dalam hal ini ia bertujuan akan memfurmalasikan gagasan baru serta ide-ide segar untuk mengabdikan diri pada almamater tercinta.
“Almamater adalah tempat kita tumbuh, tetapi alumni adalah cermin bagaimana kita hidup. Maka, marilah kita tata kembali perahu ini, kita layar bersama. Bukan untuk nostalgia, tapi untuk masa depan yang lebih adil dan beradab.”
Ekwan juga menjelaskan bahwa dirinya telah memasuki periode ke tiga menjadi anggota legislatif, artinya terdapat peluang yang besar bagi dirinya untuk memberi lebih banyak dalam pengabdian.
“Sebagai anggota legislatif, saya memiliki kuota beasiswa, tentu ini bisa dimanfaatkan untuk para mahasiswa dan alumni yang hendak melanjutkan study, tinggal mengikuti prosedurnya dan insha Allah akan saya perjuangakan,” ujarnya.
Dengan semangat itu, Ekwan Ahmad resmi menakhodai Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Ichsan Gorontalo bukan sebagai gelar, tetapi sebagai komitmen moral yang terus bergerak.












