pendidikan

18 Kader Baru Resmi Bergabung, LMID Gorontalo Dorong Gerakan Demokrasi Kerakyatan

×

18 Kader Baru Resmi Bergabung, LMID Gorontalo Dorong Gerakan Demokrasi Kerakyatan

Sebarkan artikel ini

TAJUK1.ID – Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (LMID) Gorontalo meneguhkan langkah politiknya dengan melantik 18 kader baru dalam penutupan Pendidikan Dasar (Diksar) Se-Wilayah Gorontalo.

Kegiatan yang digelar selama tiga hari, sejak Jumat (12/9) hingga Minggu (14/9/2025), berlangsung di Kelurahan Bionga, Kabupaten Gorontalo.

Momentum ini dipandang bukan sekadar rutinitas perekrutan anggota, tetapi menjadi strategi penting LMID dalam menyiapkan generasi militan yang berkomitmen pada perjuangan demokrasi kerakyatan.

“Pendidikan ini bukan hanya soal kuantitas, tapi soal kualitas dan keteguhan ideologis. Kita ingin membentuk tenaga politik yang sadar, terdidik, dan siap berjuang untuk rakyat,” ujar Sekretaris Wilayah LMID Gorontalo, Adriyatno Patilanggio, dalam sambutannya.

Slaian pelatihan, para peserta dibekali pemahaman terkait dinamika sosial-politik nasional.

Topik yang digarap meliputi problem pendidikan Indonesia, jurang ketimpangan ekonomi, hingga ketidakadilan struktural yang dialami masyarakat bawah.

Salah satu peserta, Kawan Nazib, mengaku terkejut dengan kedalaman materi yang disajikan.

“Saya tidak menyangka materi LMID sedalam itu. Kami membahas soal pendidikan yang tidak demokratis, tidak ilmiah, dan tidak gratis. Bahkan kami juga membedah soal integrasi Papua yang ternyata lebih dekat ke aneksasi. Ini membuka mata saya,” katanya.

Selain itu, para peserta juga diajak memahami peran organisasi mahasiswa sebagai alat perjuangan rakyat dalam menuntut kesejahteraan, keadilan, serta kesetaraan di bawah sistem demokrasi kerakyatan.

Pesan Kaderisasi: Perluas Organisasi, Perkuat Perlawanan

Dalam penutupan, Adriyatno Patilanggio menegaskan pentingnya kaderisasi yang konsisten dengan agenda perjuangan rakyat.

“Lawan kita besar dan kuat. Karena itu, perjuangan ini tidak bisa dilakukan sendiri. Kita harus memperbesar organisasi, memperluas pengaruh, dan menyatukan kekuatan di kalangan mahasiswa dan rakyat,” ucapnya.

Walaupun digelar sederhana, suasana Diksar berlangsung penuh antusiasme dan keakraban. LMID Gorontalo berharap pendidikan ini mampu melahirkan tenaga politik progresif-revolusioner yang siap mengabdi dalam perjuangan rakyat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *