Headline

Solar Subsidi Langka, Sopir Truk Antre Berjam-jam di Limboto, Jeriken Malah Duluan Terisi

×

Solar Subsidi Langka, Sopir Truk Antre Berjam-jam di Limboto, Jeriken Malah Duluan Terisi

Sebarkan artikel ini
Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi

TAJUK1.ID – Kami para sopir truk, yang setiap hari bergelut dengan jalanan dan logistik daerah, makin hari makin merasa tersingkir di negeri sendiri. Jumat (18/7/2025), di SPBU Limboto, Kabupaten Gorontalo.

pemandangan memilukan terjadi—kami harus antre berjam-jam demi beberapa liter solar bersubsidi, namun jeriken-jeriken milik oknum tertentu justru dengan mudahnya lebih dulu mendapatkan jatah.

Sejak pukul 06.00 WITA, puluhan kendaraan truk telah mengantre panjang di halaman SPBU yang hanya memiliki satu dispenser solar aktif. Panas matahari dan suara mesin yang tak pernah mati menjadi teman kami pagi itu.

Namun bukan hanya panjangnya antrean yang membuat kami gusar, melainkan pemandangan mencengangkan di area belakang SPBU.

Tampak pegawai SPBU mengisi jeriken-jeriken besar dari nosel pompa solar. Praktik ini diduga kuat merupakan pengisian ilegal, namun dilakukan secara terang-terangan dan parahnya lagi praktik tersebut telah dilakukan berulang kali.

“Kami datang sejak subuh, tapi malah lihat jeriken duluan yang terisi. Ini jelas tidak adil,” kata salah satu sopir truk yang enggan disebut namanya.

Lebih ironis lagi, petugas SPBU seolah tutup mata. Tak ada kepedulian terhadap kami para sopir. penindakan. Kami hanya bisa bertanya dalam hati, untuk siapa sebenarnya solar bersubsidi ini disediakan?

“Kami paham, solar subsidi memiliki kuota dan regulasi. Tapi kesulitan mengaksesnya, sementara jeriken bisa terisi dengan mudah, maka jelas ada sistem yang rusak di dalamnya”, tandasnya

Kami tidak meminta istimewa. Hanya ingin hak kami sebagai pengemudi angkutan barang kecil dan besar dihormati. Tanpa solar, roda ekonomi daerah ini pun bisa lumpuh. Kami bukan sekadar pengguna jalan, kami tulang punggung distribusi.

“Kami harap pemerintah daerah dan Pertamina Gorontalo segera turun tangan. Perlu pengawasan ketat terhadap distribusi BBM subsidi, terutama di SPBU strategis seperti Limboto. Bila tidak, praktik semacam ini akan terus berulang dan menjadi luka panjang di jalanan kami,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi Tajuk1.id terus berupaya mengakses beberapa pihak untuk di konfirmasi terkait kondisi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *